Pendidikan informal menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi di era digital saat ini. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat juga berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurut Ahmad M. Ramli, seorang pakar pendidikan, “Tantangan dalam pendidikan informal di era digital adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran tanpa mengorbankan kualitas pendidikan itu sendiri.” Hal ini menggarisbawahi bahwa pentingnya pendekatan yang tepat dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar.
Peluang dalam pendidikan informal di era digital juga semakin terbuka lebar. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah platform pembelajaran online yang dapat diakses oleh masyarakat. Hal ini memberikan peluang bagi individu yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal untuk tetap bisa belajar melalui pendidikan informal.
Namun, perlu diingat bahwa pendidikan informal juga memiliki tantangan tersendiri, seperti kualitas materi pembelajaran yang belum terjamin. Menurut Yunita, seorang pengajar online, “Tantangan terbesar dalam pendidikan informal di era digital adalah memastikan bahwa materi yang disajikan memiliki kualitas yang baik dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.”
Dengan demikian, pendidikan informal di era digital memerlukan upaya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan pendidikan informal dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua kalangan masyarakat.