Pendidikan informal menjadi hal yang seringkali terabaikan dalam pembentukan karakter bangsa. Padahal, menggali potensi dari pendidikan informal dapat memberikan kontribusi yang besar dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurut pendapat Bung Hatta, salah satu tokoh pendiri bangsa Indonesia, “Pendidikan formal mungkin memberikan pengetahuan, tetapi pendidikan informal lah yang membentuk karakter seseorang.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran pendidikan informal dalam menciptakan manusia-manusia yang berkarakter.
Pendidikan informal dapat berupa kegiatan di luar sekolah, seperti kegiatan ekstrakurikuler, kursus, atau pelatihan keterampilan. Dalam hal ini, Prof. Dr. Arief Rachman menyatakan bahwa “Pendidikan informal memiliki potensi besar untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, dan keterampilan sosial yang tidak bisa diperoleh melalui pendidikan formal saja.”
Salah satu contoh nyata dari potensi pendidikan informal adalah program mentoring yang dilakukan oleh komunitas-komunitas lokal. Melalui program ini, generasi muda dapat belajar langsung dari para praktisi di bidangnya, sehingga tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai yang dapat membentuk karakter mereka.
Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan pendidikan informal sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan karakter bangsa. Seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara, “Pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan potensi manusia secara menyeluruh, dan itu termasuk pendidikan informal.”
Dengan menggali potensi dari pendidikan informal, kita dapat membentuk generasi muda yang memiliki karakter tangguh, kreatif, dan berkualitas. Sehingga, kita dapat membangun bangsa yang maju dan berdaya saing di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.