Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak Indonesia. Namun, tidak semua pendidikan harus dilakukan secara formal di sekolah. Peran pendidikan non formal juga memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk karakter anak-anak Indonesia.
Menurut Pakar Pendidikan, Prof. Dr. Ani Surayani, pendidikan non formal memiliki kelebihan dalam memberikan pembelajaran yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu. “Pendidikan non formal dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar di luar lingkungan sekolah dan memperluas wawasan mereka,” ujarnya.
Salah satu contoh peran pendidikan non formal dalam membentuk karakter anak-anak Indonesia adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Dalam kegiatan ini, anak-anak dapat belajar nilai-nilai seperti kerjasama, disiplin, dan tanggung jawab. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Bambang Sugiarto, kegiatan ekstrakurikuler memiliki dampak positif dalam membentuk karakter anak-anak.
Selain itu, pendidikan non formal juga dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan di luar sekolah seperti kursus musik, seni, atau olahraga. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ini, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan baru dan belajar tentang nilai-nilai seperti kedisiplinan dan ketekunan.
Dalam konteks pembangunan karakter anak-anak Indonesia, penting bagi kita untuk mengakui peran penting pendidikan non formal. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, “Pendidikan non formal memiliki potensi besar dalam membantu anak-anak Indonesia menjadi generasi yang berkarakter kuat dan berpengaruh.”
Oleh karena itu, sebagai orang tua dan masyarakat, mari kita dukung dan aktif terlibat dalam pendidikan non formal anak-anak Indonesia. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama membantu membentuk generasi yang memiliki karakter yang baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan.